Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Situs yang pernah menjadi raksasa internet !!! - Kelahiran dan keruntuhan Yahoo


Situs yang pernah menjadi raksasa internet !!! - Kelahiran dan keruntuhan Yahoo
Kala itu, pada awal 1990-an, jumlah situs web yang aktif sangat sedikit. Orang-orang awam, masih menurut Karen Angel dalam Inside Yahoo!: Reinvention and the Road Ahead (2002), hanya tahu sekitar 12 situs web yang aktif di dunia maya.
Situs-situs itu pun hanya berhubungan dengan universitas atau pemerintah. Sedikitnya jumlah situs web disebabkan oleh fakta bahwa dunia tersebut kurang mudah dijelajahi.
Pada 1993 lahirlah Mosaic, sebuah peramban web yang mengusung tema point-and-click. Sejak itu situs web menjamur di dunia maya.
Dua mahasiswa Stanford University bernama Jerry Yang dan David Filo mengumpulkan situs web-situs web yang ramai-ramai bermunculan itu. Mereka menciptakan semacam direktori dunia maya. Dari kerja-kerja dua pemuda inilah Yahoo lahir pada 1994. Awalnya sebagai mesin pencari. Pada 2 Maret 1995, Yahoo berdiri sebagai sebuah perusahaan.
“Dua tahun sebelum Yahoo lahir, tidak ada orang yang butuh direktori situs web. Namun, dua tahun selepas Yahoo lahir, semua membutuhkannya,” tulis Yang, sebagaimana diungkap Angel.
Saat itu Yahoo menjadi gerbang dunia maya yang dikunjungi 200 juta warga online per bulan. Kepopuleran ini memunculkan banyak pesaing. Angel mencatat, ada 30 mesin pencari yang hidup berdampingan dengan Yahoo. Saking banyaknya, Yahoo harus menambahkan layanan untuk menarik dan mempertahankan pengunjung. Cetak biru super-app 2010-an rupanya telah dibangun sejak 1990-an.
“Kami tidak akan mampu mendatangkan pengunjung dengan hanya menyajikan 10 juta situs web yang diindeks. Toh, kompetitor memiliki sembilan juta situs web yang diindeks,” tegas Yang. “Maka, kami harus menyajikan layanan-layanan yang dapat memecahkan apa pun masalah para pengunjung kami,” katanya kemudian.
Pada Januari 1997, Yahoo menambahkan kemampuan chat pada layanannya dan iklan baris. Lalu, selepas membeli Four11, perusahaan di balik email gratis RocketMail, Yahoo merilis Yahoo Mail pada bulan Oktober. Pada November, Yahoo menghadirkan layanan travel. Sebulan kemudian, Yahoo merilis Yahoo Sports.
Sepanjang tahun berikutnya lahirlah Yahoo Games, Yahoo Movies, Yahoo Real Estate, dan Yahoo Calendar. Pada pengujung 1998, perusahaan ini menghadirkan Yahoo Small Business dan Yahoo Clubs, cikal bakal Yahoo Groups.
Dengan berbagai layanan itu, segala kebutuhan pengguna maya seolah didukung Yahoo.
Yahoo Groups, misalnya. Menurut Henry Potts dalam studi berjudul “Online support groups: An overlooked resource for patients” (2005), hingga awal 2000-an Yahoo Groups menjadi layanan utama bagi orang-orang yang membutuhkan pendampingan terkait masalah psikologis. Yahoo Groups dipilih karena layanan ini mudah digunakan—cuma butuh satu email semata.
Menurut Potts, Yahoo Groups menghadirkan “keintiman tetapi dengan rasa anonimitas”. Ini, menurutnya, “dapat membantu orang membahas masalah-masalah sulit yang biasanya disertai rasa malu.”
Tak heran kala itu ada sekitar 25 ribu kelompok pendampingan di Yahoo Groups.
Sayangnya, saking banyaknya layanan di tubuh Yahoo, perusahaan ini kelimpungan menentukan mana fokus utama mereka. Dalam sebuah rapat yang berlangsung di 2006 di San Jose, sebagaimana dilaporkan Reuters, Yahoo gagal menentukan sikap.
Kebingungan itu kontras dengan sikap perusahaan teknologi lain. Microsoft, misalnya, memutuskan untuk mengembangkan Windows, Intel mengulik prosesor, dan eBay menggarap lelang online. Tak heran, mereka sukses memaksimalkan sumber daya untuk terus berinovasi dan mempertahankan pelanggan.
Mantan Vice President Yahoo, Brad Garlinghouse, mengatakan bahwa sikap para petinggi Yahoo terbelah. “Beberapa orang bilang Yahoo adalah map, lainnya berkat Yahoo adalah email, dan lainnya lagi berujar bahwa Yahoo adalah mesin pencari,” terang Garlinghouse.
Selain gagal menentukan sikap, Yahoo pun gagal mengakuisisi startup yang memiliki masa depan cerah, misalnya Facebook, Google, Youtube, hingga Skype, yang kala itu masih dapat dijangkau kocek Yahoo.
Terakhir, Yahoo ditimpa serangkaian aksi kejahatan maya. Pada 2014 dan 2016, misalnya, Yahoo berturut-turut kebobolan 500 juta dan 1 miliar akun penggunanya.
Selepas memperoleh pendapatan lebih dari $7,2 miliar pada 2008, performa Yahoo terus-menerus menurun. Jerry Yang pun harus merelakan perusahaannya ini dijual seharga $4,8 miliar di 2016 ke Verizon.
Yahoo, super-app di era dotcom bubble itu kini berada di usia senja. Saatnya mengucapkan salam perpisahan?

Source : Naviri

Posting Komentar untuk "Situs yang pernah menjadi raksasa internet !!! - Kelahiran dan keruntuhan Yahoo"